Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label PUISI

Catatan Hati seorang Auslander (orang asing)

Seorang Auslander menoleh menatap jendela kaca Mendung menghias langit dengan sempurna angin bertiup kencang dengan riangnya pohon kepayahan  ranting berdaun kecil terombang ambing dihantam angin Menyambut  awal musim semi,  seolah menari  semua cabang dan ranting hampir bergerak  menuruti mau sang angin. Dari jendela kaca  mata ku enggan beranjak  melihat pertunjukan alam yang menakjubkan Bulan ke delapam di Negeri asing, menjadi orang asing di tanah asing Sendiri mengeja, tertatih dengan budaya beda mengumpulkan kepercayaan diri  mengumpulkan hangat  dari rasa sepi yang enggan untuk pergi Delapan bulan berkenalan  dengan alam yang angkuh untuk kulitku,  atau kulitku yang angkuh berkenalan dengan mereka entahlah, semua serba belum terbiasa Angin barat meniupkan hawa dingin selalu kadang sulit ditebak,  salju beterbangan seperti memasuki kebun kapas yang luas. Seperti sedang berada di sebuah padang dengan berjuta dandelion,...

The Power Of Emak

Jemari tangannya sudah mengurat tua, terlihat kaku kasar dan kusam. Kepala ku sering di elus oleh tangan itu saat aku pusing, perutku sering di oles minyak kayu putih, dan punggungku sering di kerok saat aku sedang meriang. Ajaib... Apapun yang disentuh tangan itu sembuh hanya beberapa menit aku terbangun.  Saat wajahku tidak secerah biasanya, aku tau wajah didepanku pasti tau, airmuka ku bisa dibaca olehnya hanya sepintas saja, nada bicaraku yang mungkin terlihat baik-baik saja dia tahu sangat tahu jika aku sedang bersembunyi dari kesedihan.  Dia adalah tempat kembali saat keterpurukan menghampiri, gundah, lelah, dan disaat semua kebencian di dunia ini mengarah padaku.  Setiap menyebut namanya ditempat yang jauh ini ada tetes kerinduan yang tiada tara semoga Allah menjagamu selalu wahai : Emak.

Menjelajah Waktu

Waktu adalah keinginan, setiap waktu selalu menginginkan sesuatu, di waktu yang lainpun adalah keinginan menggapai sesuatu yang kita inginkan sebelumnya, ketika sampai waktunya terkabul semua keinginan, akan muncul keinginan lain, begitu seterusnya. Aku... terjebak dengan inginku.. dari waktu ke waktu, keinginan ku tetap sama, doa ku tetap sama, harap, cemas semua masih sama seperti dulu, ah aku... aku satu-satunya orang yang merasa tak beranjak dari ke waktu ke waktu, aku seperti film yang sedang di tekan tombol pause, atau aku adalah pengulangan, mengulangi hari yang sama, namun sebenarnya tidak beranjak dan tidak kemana-mana, istilah lain yang di anggap mewakili, boleh lah di katakan aku seperti jalan di tempat, lelah, jenuh, dan menyedihkan. positifnya... Semua mengajarkanku tentang ketangguhan, bukankah ketangguhan lebih di perlukan dari sekedar menjadi kuat? tangguh lebih mampu bertahan kawan! Hari ini, aku berada di titik nadir dalam hidupku, titik di mana ketangguhanku...